Author

Sabtu, 22 Oktober 2011

Usaha Penampungan dan Penjualan Ikan air Tawar 0 komentar

Sabtu, 22 Oktober 2011 |
Pangan yang merupakan kebutuhan pokok sejauh ini cukup banyak memberikan peluang usaha. Jogja sebagai kota wisata dan pendidikan menjadi daya tarik sehingga menambah populasi penduduk dan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan.
Berbicara tentang makanan pokok tentunya tak lepas dari lauk pauk, salah satunya adalah ikan air tawar. Hal inilah yang coba dipenuhi oleh masyarakat Cebongan,Sleman.
Berkembangnya usaha perikanan air tawar membuat Pak Sile dan Pak Prono mengamati kondisi tersebut dan melihat bahwa permintaan ikan air tawar cukup besar sementara ketersediaannya terbatas.

Pada akhir tahun 2007 dengan mengambil alih beberapa kolam ikan milik petani di desanya, Pak prono dan Pak Sile memulai usaha ini. Mereka fokus ke usaha penampungan/pengepulan dengan menampung hasil budidaya dari petani lainnya dimana perputaran omset yang lebih cepat dan pengelolaan lebih mudah.
Ikan-ikan tersebut mereka peroleh dari petani-petani dari daerah Sleman dan sekitarnya. Jenis ikan yang mereka sediakan bermacam jenis dan tergantung ketersediaan dari petani dan kecocokan harga. Rata-rata mereka bisa menyediakan 2 kuintal per hari.
Jenis-jenis ikan air tawar tersebut antara lain bawal, graskap, tawes, ikan mas, gurameh dan jenis lain yang sesuai pesanan. Dari sekian jenis yang ada, jenis graskap, tawes dan gurameh sulit diperoleh. Ikan mas stok mudah diperoleh tetapi harganya cukup tinggi.
Rata-rata harga perolehan sebagai contoh:
-    Bawal untuk konsumsi Rp 9000 – Rp10.000/kg
-    Gurameh konsumsi Rp 25.000/kg
-    Tombro untuk bibit Rp 40.000/kg
Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk penyediaan ikan, pengelolaan dan pelayanan konsumen selama ini ditangani sendiri sehingga biaya tenaga kerja Rp0,-. Biaya untuk pakan pun tidak terlalu besar karena ikan hanya ditampung sementara sampai pembeli datang.
Fokus usaha pada proses penampungan sehingga proses pengelolaannya pun tidak sesulit usaha budidaya pembibitan dan pembesaran ikan. Proses ini dimulai dengan pencarian ikan ke beberapa petani pembibitan dan penyeleksian serta negosiasi harga.
Apabila harga telah disepakati, ikan dibawa dan dimasukkan ke kolam karantina sampai ikan-ikan tersebut siap jual. Di kolam tersebut dilakukan proses penyembuhan ikan-ikan yang diserang penyakit. Setelah ikan-ikan sehat dan siap jual, dipindahkan ke kolam display (bak dan kelambu) sehingga memudahkan calon konsumen melihat kondisi ikan.
Salah satu keunggulan dari Mina Pule Sejati, menurut beberapa konsumennya adalah harga yang relatif miring, dengan mutu yang tetap terjaga.
Kendala Usaha
Kendala yang dihadapi dalam usaha ini adalah keterbatasan modal yang mengakibatkan sering kalah bersaing dengan petani/kelompok tani lain dalam mendapatkan stok ikan. Akan tetapi dengan banyaknya permintaan yang ada, keberadaan kompetitor tidak begitu terasa.
Debit air yang terbatas pada musim kemarau juga terkadang mengganggu proses penampungan jika jumlah ikan cukup banyak. Kendala lain yang dirasa cukup besar yaitu keterbatasan tenaga kerja sehingga menyulitkan proses pencarian stok ikan, pengelolaan dan sekaligus pelayanan terhadap konsumen.
Pemasaran Sampai ke Luar Kota

Selama ini konsumen yang datang adalah petani ikan pembesaran, pengusaha pemancingan, pedagang pasar dan rumah makan dan beberapa diantaranya merupakan pelanggan tetap. Sebagian besar konsumennya berasal dari Jogja. Selain itu ada juga yang berasal dari Magelang, Ungaran dan Semarang. Keuntungan yang diperoleh rata-rata sebesar 20% dari harga beli.
Di masa mendatang, Mina Pule Sejati berusaha mengembangkan sarana fisik dengan membuat kolam display yang lebih representatif serta berusaha meningkatkan modal sebagai upaya untuk meningkatkan terjaminnya ketersediaan stok ikan. Dengan banyaknya permintaan yang belum bisa dipenuhi oleh petani-petani usaha perikanan tentunya merupakan peluang yang cukup terbuka dalam usaha ini.
Simulasi Usaha Penampungan Ikan Air tawar
Pengeluaran
Pembelian Ikan Bawal Konsumsi: 100 kg x Rp.10.000      =  Rp. 1.000.000
Pembelian Ikan Gurameh Konsumsi: 100 kg x Rp.25.000= Rp.  2.500.000
Pembelian Bibit Ikan Tombro : 50 kg x Rp. 40.000             =  Rp. 2.000.000
Total Pengeluaran                                                                     =   Rp. 5.500.000
Pendapatan
Pembelian Ikan Bawal Konsumsi: 100 kg  x Rp.11.000       = Rp. 1.100.000
Pembelian Ikan Gurameh Konsumsi: 100 kg x Rp.27.000= Rp. 2.700.000
Pembelian Bibit Ikan Tombro             :   50 kg x Rp. 45.000= Rp. 2.250.000
Total Pendapatan                                                                       = Rp. 6.050.000
Keuntungan Usaha
Rp. 6.050.000 – Rp. 5.500.000 = Rp. 550.000
 

read more

Meraih Keuntungan Budidaya Ikan Hias 0 komentar

Budidaya ikan hias air tawar ternyata mampu memberikan kehidupan bagi banyak orang yang menekuninya. Selain orang suka akan keindahan ikan hias ,banyak pula  orang yang menggantungkan hidupnya dari membudidayakan dan memasarkan ikan hias yang jenisnya bermacam-macam. Tak jarang beberapa petani yang semula menekuni budidaya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila, guramih dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias. Semua itu dilakukan karena peluang usaha dan potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi , budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias lebih mahal. Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya.

Ikan Hias Lebih Menguntungkan

Jika dibandingkan dengan budidaya ikan konsumsi pemeliharaanya hampir sama sedangkan masalah penjualan  biasanya ikan konsumsi dihargai dengan sistem kiloan, ikan hias dihargai dengan sistem per ekor, dengan demikian bisnis budidaya ikan konsumsi lebih menekankan kuantitas, sehingga memerlukan lahan yang luas dan sarana yang lebih banyak.
Hasil budidaya Ikan hias lebih menekankan kualitas sehingga bisa dilakukan di lahan sempit dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Jika tidak memiliki kolam yang luas, budidaya ikan hias bisa dilakukan di dalam akuarium atau bak semen yang cukup kecil. Jika lahan yang tersedia cukup kecil, kita harus lebih selektif dalam memelihara ikan hias. Ikan-ikan hias yang dipelihara cukup yang berkualitas bagus sedangkan yang berkualitas kurang bagus harus segera diafkir karena memakan tempat.

Jenis Ikan Hias Yang Cukup Poluper

Ada beraneka ragam Ikan Hias Bernilai ekonomi cukup tinggi antara lain ikan Koi, Manfish, Koki, Niasa, Redfin, Lemon, Komet, Sumatra barb, Black Ghost , Aligator, Arwana dan ikan hias jenis lainnya. Ikan-ikan hias tersebut merupakan ikan hias yang biasa dicari penghobi dan dibudidayakan petani ikan.
Budi Daya Ikan Hias Koi
Salah Satu Model Budi Daya Ikan Hias : Koi
Salah satu alasan mengapa budidaya ikan hias dipilih selain memiliki nilai jual yang tinggi, proses pemijahan dan perawatan benih tidak terlalu membutuhkan modal yang besar dan usaha pembenihan/dibudidayakan ikan hias tersebut masih di didaerah tertentu saja sehingga masih memiliki potensi yang luas. Karena suka terkadang penggemar ikan hias bersedia mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk memiliki seekor ikan hias yang diidam-idamkannya.
Hal inilah yang terkadang membuat harga ikan hias melambung tinggi. Selain faktor kesukaan faktor keindahan ikan hias juga turut andil dalam menentukan harga. Secara umum ikan hias yang memiliki bentuk, warna, corak yang indah akan berharga cukup mahal. Di sinilah letak kunci keberhasilan budi daya ikan hias, menghasilkan ikan-ikan yang indah dan berkualitas bagus.

Bukan Hanya Untuk Hobi

Keberadaan ikan hias sendiri saat ini tidak lagi sebagai hiburan atau hobi semata tetapi telah berkembang menjadi objek yang dimanfaatkan bagi kepentingan dunia pendidikan, penelitian, medis maupun keperluan konservasi alam. Sampai saat ini ikan hias air tawar merupakan salah satu jenis komoditas ekspor nonmigas bidang perikanan yang mampu menyumbang devisa negara yang cukup besar. Dengan kekayaan ikan hias yang berlimpah maka peluang Indonesia sebagai pengekspor komoditas ini sangat terbuka lebar. Sehingga Budidaya Ikan Hias layak di gencarkan di masyarakat.
Kolam Budi Daya Ikan Hias Arwana
Kolam Budi Daya Ikan Hias Arwana
Usaha budidaya ikan hias merupakan salah satu usaha yang memberikan alternatif sumber penghasilan untuk meningkatkan pendapatan petani/pengusaha ikan hias. Usaha budidaya ikan hias cukup prospek dikembangkan. Hal ini disebabkan dalam budidaya ikan hias memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut :
  • Teknologinya mudah diserap dan diterapkan, karena teknologi yang digunakan cukup sederhana
  • Budi daya Ikan Hias Dapat diusahakan skala rumah tangga/ usaha kecil, tidak membutuhkan lahan yang luas
  • Perputaran modal cepat, dapat dipanen dalam jangka waktu yang singkat.
  • Budi daya ikan Hias mampu Menyerap tenaga kerja.
  • Pasar yang menjanjikan baik domestik maupun ekspor.

Ikan Manfish
Ikan Manfish, Sumber Gambar IPTEK NET
Profil Beberapa Peternak Ikan Hias
Salah satu contoh peternak ikan hias yang cukup sukses adalah Peternak ikan hias di Kota Bekasi, saat ini mulai mendapat pesanan dari luar negeri seperti Jepang dan Inggris, sedangkan ikan hias yang diminati adalah ikan air tawar jenis tetra, botiya dan zebra. Seorang peternak ikan hias, di Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Miskun,  mengatakan, permintaan ikan hias mulai datang dari pembeli luar negeri dan baru-baru ini ia telah mengirim sebanyak 10 box ikan ke Jepang.P emasaran ikan hias hingga keluar negeri itu berawal dari ketertarikan peminat ikan dari luar negeri dengan keindahan ikan yang dibudidayakan di Bekasi serta harganya yang relatif murah. Upaya budidaya ikan hias tersebut telah mampu meningkatkan ekonomi warga setempat dan bahkan Bekasi mulai dikenal sebagai pemasok ikan hias berkualitas.
Contoh lain adalah Kelompok Tani Mina Makmur dibentuk oleh Dinas Perikanan Dati I Kabupaten Tulungagung yang beranggotakan pembudidaya ikan hias dan sejenisnya di Desa Bendiljati Wetan.Pemilik usaha pembenihan dan budidaya ini pada awal mendirikan usahanya memanfaatkan 2 petak kolam yang ada, dari hasil keuntungannya pemilik menambahkan modal untuk membuat kolam dibelakang dan depan rumahnya, sekarang memiliki 40 petak kolam disekitar rumah dan dilokasi lain 45 petak kolam dengan luas lahan seluruhnya 3 ha. Perkembangan budidaya ikan hias ini semakin hari semakin meningkat mengingat usaha tersebut dijadikan sebagai mata pencaharian pokok yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Lain lagi cerita kesuksesan Kelompok Tani Sangkuriang Koi Breeder, Kelompok Tani yang memiliki sekretariat di Jln. Sangkuriang No. 1 RT 7 RW 5 Kel. Cipageran, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi. Kelompok tani yang merupakan kumpulan Petani Ikan Hias Koi ini memiliki latar belakang keprihatinan pendirinya melihat peternak ikan koi Jawa Barat yang kurang maju. Padahal ikan koi blitar yang terkenal unggul di Indonesia saat ini, benihnya berasal dari Jawa Barat. Setelah melewati proses yang panjang kini Sangkuriang Koi Breeder memperoleh peringkat dua dalam lomba Ikan Koi tingkat internasional di Tangerang Februari 2009. Kejuaraan ini merupakan kejuaraan Koi bertaraf Internasional yang kebetulan dilaksanakan di Indonesia.
Menurut Ule, Pendiri Kelompok Tani Sangkuriang Koi Breeder budi daya ikan koi memiliki prospek yang menguntungkan karena pasarnya banyak dan tidak terbatas. Selain itu, penjualan ikan koi relatif stabil jika dibandingkan dengan ikan louhan yang hanya booming sesaat. Demikian pula, perawatannya juga relatif murah dibandingkan ikan arwana. Setiap bulan kelompok tani yang dikelola Ule bisa menghasilkan keuntungan minimal Rp 15 juta.(Galeriukm).

Sumber :
http://ejournal.umm.ac.id/index.php/dedikasi/article/viewFile/95/107_umm_scientific_journal.pdf
http://www.koran-jakarta.com/berita-detail-terkini.php?id=15935
http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=87371
http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=3&doc=3c4
Related posts:
  1. Mendulang “Emas” Dari Usaha Ikan Mas Koki
  2. Budidaya Ikan Gurameh Pada Kolam Terpal
  3. Budidaya Ikan Lele Dumbo Dengan Kolam Terpal
  4. Menekan Biaya Produksi Budidaya Ikan Dengan Pelet Buatan Sendiri
  5. Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila

read more

Manajemen Budidaya Ikan Sistem KJA yang Berkelanjutan di Danau/Waduk 0 komentar

Dalam rangka mendukung visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu menjadikan Indonesia sebagai penghasil ikan terbesar tahun 2015, budidaya ikan sistem KJA memiliki prospek yang cerah untuk peningkatan produksi ikan. Peningkatan produksi ikan sebesar 353% secara langsung akan berdampak pada meningkatnya usaha budidaya ikan intensif dengan tingkat kepadatan ikan yang tinggi dan pemberian pakan buatan. Pada saat jumlahnya melampaui batas tertentu dapat mengakibatkan proses sedimentasi yang tinggi berupa penumpukan sisa pakan di dasar perairan yang akan menyebabkan penurunan kualitas perairan (pengurangan pasokan oksigen dan pencemaran air danau/waduk).
Sisa pakan dan metabolisme dari aktifitas pemeliharaan ikan dalam KJA serta limbah domestik yang berasal dari kegiatan pertanian maupun dari limbah rumah tangga menjadi penyebab utama menurunnya fungsi ekosistem danau yang berakhir pada terjadinya pencemaran danau, mulai dari eutrofikasi yang menyebabkan ledakan (blooming) fitoplankton dan gulma air seperti enceng gondok (Eichornia crassipes), upwelling dan lain-lain yang yang dapat mengakibatkan organisme perairan (terutama ikan-ikan budidaya) serta diakhiri dengan makin menebalnya lapisan anaerobik di badan air danau.
Kondisi inilah yang mengakibatkan salah satunya adalah kematian massal ikan tiap tahun terjadi di berbagai danau/waduk di Indonesia. Selain self polution (sisa pakan dan feses ikan budidaya), meningkatnya polusi di area ini diperparah oleh adanya buangan limbah pabrik tekstil dan buangan limbah rumah tangga yang memang penduduknya sudah terlalu padat tinggal di sekitar kedua waduk tersebut. Melihat akibat yang ditimbulkan dari budidaya ikan sistem KJA di danau/waduk maka budidaya ikan sistem KJA perlu mengindahkan manajemen budidaya yang berkelanjutan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui manajemen budidaya ikan yang berkelanjutan di kawasan danau/waduk.
Keuntungan merupakan target utama dalam menjalankan bisnis industri budidaya perikanan khususnya budidaya sistem KJA di danau/waduk. Pembudidaya ikan berpikir kearah bagaimana cara-cara terbaik untuk memaksimalkan keuntungan sehingga memicu berbagai permasalahan terkait dengan sistem budidaya yang berkelanjutan. Adapapun permasalahan yang timbul yaitu penurunan fungsi ekosistem danau/waduk berupa pencemaran perairan budidaya yang secara langsung mengakibatkan menurunnya produksi perikanan. Maka sudah sepatutnya mencari solusi pemecahannya berupa manajemen budidaya ikan sistem KJA yang berkelanjutan yang sesuai dengan konsep dasar pemikiran pembangunan perikanan budidaya. Manajemen budidaya ikan yang berkelanjutan adalah pengelolaan yang dapat berlanjut sepanjang waktu sebagai hasil proses kebijakan sosio-politik, menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan secara ekologis harus dapat menjamin kelestarian sumberdaya perairan. Secara umum budidaya ikan sistem KJA merupakan kegiatan ekonomi yang menguntukan jika dikelola dengan baik. Belajar dari pengalaman yang sudah terjadi diperlukan cara pengelolaan atau manajemen perairan danau/waduk sesuai dengan daya dukung. Tujuan pengelolaan tersebut yaitu peningkatan produksi ikan dan memelihara produksi dan sumber daya perairan tersebut sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pemanfaatan danau/waduk.
Pemilihan lokasi
Danau/waduk yang dipilih sebagai kawasan untuk pengembangan budidaya ikan sistem KJA dengan minimal danau/waduk 100 ha dengan memperhatikan daya dukungnya. Pemanfaatan danau/waduk untuk kegiatan budidaya ikan sistem KJA harus dilakukan secara rasional dan tetap mengacu pada tata ruang yang telah ditentukan serta kondisi sumber daya dan daya dukung perairannya dengan maksud untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan fungsi utama waduk. Pembagian zonazi untuk perairan waduk secara umum dilakukan dengan mengacu pada kondisi lingkungan fisik, sifat kehidupan dan penyebaran populasi ikan dalam usahanya mengelola perikanan yang terpadu dan lestari (Ilyas et al, 1989).
Salah satu penyebab kematian massal ikan budidaya adalah penurunan tinggi muka air. Apabila tinggi muka air menurun maka jarak karamba jaring apung dengan dasar menjadi lebih dekat, akibatnya ikan budidaya semakin mendekati lapisan hipolimnion yang reduktif. Sementara kedalaman perairan dangkal, sehingga jarak KJA dan dasar menjadi semakin dekat. Akibatnya kolom air yang reduktif semakin mendekati KJA. Kolom air menjadi anoksik atau lapisan anoksik telah mencapai permukaan sehingga dapat disebutkan bahwa penyebab kematian massal karena kekurangan oksigen dan tingginya konsentrasi zat toksik (H2S) (Simarmata, 2007). Sebaiknya pada saat tinggi muka air minimum, padat tebar ikan di KJA dikurangi atau ikan budidaya diganti dengan jenis yang lebih toleran terhadap konsentrasi DO yang rendah. Menurut Krismono (1999), kegiatan budaya ikan sistem KJA di danau/waduk, kedalaman air disyaratkan minimal 5 m pada jalur yang berarus horizontal. Kedalaman tersebut dimaksudakan untuk menghindari pengaruh langsung kualitas air yang jelek dari dasar perairan
Daya dukung danau/waduk, desain, tata letak dan konstruksi KJA
Menurut Soemarwoto (1991), bahwa luas areal perairan waduk yang aman untuk kegiatan budidaya ikan di KJA adalah 1% dari luas seluruh perairan waduk dengan pertimbangan bahwa angka 1% tersebut non significant untuk luasan suatu waduk serbaguna sehingga dianggap tidak akan mengganggu kepentingan fungsi utama waduk.
Memperbaiki konstruksi KJA yang ramah lingkungan dengan pelampung polystyrene foam. KJA yang terbuat dari bambu dengan pelampung polystyrene foam merupakan KJA yang paling ramah lingkungan dibandingkan dengan KJA lainnya (Prihadi dkk, 2008).
Menurut Rochdianto (2000), letak antara jaring apung sebaiknya berjarak 10–30 m agar arus air leluasa membawa air segar ke dalam jaring-jaring tersebut, sedangkan menurut Schmittou (1991), jarak antar unit KJA yang baik adalah 50 m.
Pengendalian/pengurangan jumlah KJA yang beroperasi.
Pemindahan lokasi KJA pada saat akan terjadi umbalan yang terjadi secara menyeluruh (holomictic) ke lokasi perairan yang lebih dalam (Enan dkk, 2009).
Untuk meningkatkan DO di perairan menggunakan: 1). kincir yang dapat dipasang pada setiap unit KJA atau pada satu lokasi KJA (Enan dkk, 2009), 2). pompa air yang dipancarkan dari atas (Krismono, 1995), dengan penambahan oksigen murni yang diberikan pada saat oksigen kritis (dini hari) (Danakusumah, 1998).
Keramba jaring apung ganda/berlapis dikembangkan dengan tujuan untuk mengurangi beban dari sisa pakan, yang dapat mencemari perairan.
Kuantitas limbah pakan yang signifikan tinggi perlu diadakan restorasi waduk melalui pengangkatan sedimen (dredging) agar kegiatan perikanan dapat aman dari tingginya bahan toksik dan limbah pencemaran ini berpeluang dijadikan pupuk pertanian (Yap, 2003).
Manajemen pakan
Pemberian pakan dengan sistem pompa akan mengakibatkan banyak pakan yang terbuang di dasar perairan danau/waduk. Untuk mengurangi pakan yang terbuang ke dasar danau/waduk, efisiensi pakan dapat dilakukan dengan cara pemberian pakan berselang-seling dalam hal ini ikan tidak setiap hari diberi makan namun diberikan berselang-seling yakni satu hari diberi makan, hari berikutnya tidak diberi makan (dipuasakan) ternyata pertumbuhan tidak terganggu dan efisiensi pakan 20–30% (Krismono, 1999). Efisiensi pakan juga dapat dilakukan dengan menggunakan benih unggul yang efektif memanfaatkan pakan sedangkan untuk kondisi kualitas air yang jelek menggunakan benih ikan patin (Pangasius sp) yang tahan kualitas air jelek (Prihadi, 2005). Selain itu, perlu melakukan upaya pemberian pakan dengan kadar fosfor yang rendah atau pemberian enzim fitase terhadap ketersediaan fosfor dari sumber bahan nabati pakan ikan. Penerapan pemberian pakan yang efektif dengan rasio 3% dengan pakan yang rendah kandungan fosfornya dengan pemberian tepung ikan seyogyanya dikurangi, sehingga dapat mengurangi limbah (sisa pakan) yang masuk ke perairan danau. Oleh karena itu, perlu alternatif lain sebagai substitusi tepung ikan yaitu antara lain protein sel tunggal (PST), tepung rumput laut. Kualitas pakan, selain ditentukan oleh nilai nutrisinya, dalam Suhenda et al. (2003) juga disebutkan bahwa pakan yang baik untuk pembesaran ikan dalam KJA adalah berbentuk pelet yang tidak mudah hancur, tidak cepat tenggelam serta mempunyai aroma yang merangsang nafsu makan ikan.
Pemilihan jenis ikan dan penebaran benih
Jenis ikan yang dibudidayakan di KJA harus memenuhi kriteria:
  • Tidak mengancam keanekaragaman hayati di perairan waduk;
  • Mempunyai nilai ekonomis tinggi;
  • Dalam proses budidaya menghasilkan limbah organik yang sedikit.
Pemilihan benih bertujuan untuk mendapatkan benih yang sehat dan bermutu. Beberapa hal yang harus diperhatikan:
  • Benih ditebar sesuai SNI yang dijamin dengan sertifikat sistem mutu perbernihan dan padat penebaran sesuai dengan SNI pembesaran di KJA;
  • Sebelum ditebar benih harus dilakukan penyesuaian dengan kondisi perairan.
Pola dan perizinan usaha
Kegiatan usaha budidaya ikan sistem KJA dapat dilakukan melalui Pola Swadaya dan Pola Kemitraan Usaha. Dalam pengelolaan danau/waduk, hendaknya tidak memikirkan keuntungan dari aspek ekonomi saja tetapi juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan pengelolaan zonasi danau/waduk yang sesuai. Selain itu, sisi perizinan pendirian KJA diprioritaskan pada masyarakat sekitar danau/waduk. Tetapi masalah yang muncul dari masyarakat sekitar waduk waduk yaitu ketiadaan modal.
Pengembangan budidaya ikan sistem KJA harus dibangun pada suatu sistem produksi yang secara ekologi, ekonomi dan sosial mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan yang didukung dengan inforamsi ilmiah dan peraturan. Stratergi yang dilakukan pada budidaya ikan sistem KJA yang berkelanjutan yaitu meningkatkan kemampuan daya dukung lingkungan danau/waduk. Manajemen budidaya ikan sistem KJA dapat dilakukan dengan pemilihan lokasi, penentuan daya dukung, desain, tata letak, konstruksi KJA, manajemen pakan, pemilihan jenis ikan dan penebaran benih serta pola dan perizinan usaha.
Berikut ini adalah saran yang perlu dilakukan dalam mendukung manajemen budidaya ikan sistem KJA yang berkelanjutan di Danau/Waduk, yaitu :
  • Perlu menerapkan budidaya ikan berbasis trophic level (aquaculture based trophic level) agar produktivitas perairan tetap optimal.
  • Perlu pendekatan sosial budaya dan sosialisasi peraturan yang tepat pada strategi pengurangan jumlah KJA dan penataan kembali lokasi budidaya ikan sistem KJA.
  • Perlu koordinasi antara pembudidaya, pengelola waduk, pemerintah, masyarakat sekitar waduk dalam memanfaatkan danau/waduk dan menjaga kelestariannya.
  • Perlu dukungan sarana dan prasarana yang terkait budidaya KJA dalam upaya manajemen budidaya ikan sistem KJA yang lestari dan berkelanjutan.

read more

Mempersingkat Panen Ikan Nila Dengan Sistem Monosex 0 komentar

kan nila menjadi komoditas budidaya perikanan yang cukup banyak dikembangkan oleh petani di Indonesia. Peluang pasar bisnis budidaya ikan nila tidak hanya pasar dalam negeri tetapi juga pasar eksport. Ikan nila sendiri banyak dieksport baik dalam bentuk utuh maupu fillet. Di negara-negara eropa ikan nila banyak dikenal dengan sebutan freshwater chiken. Banyaknya permintaan ikan nila harus diimbangi dengan kapasitas produksi yang semakin besar. Banyak cara dilakukan untuk mempersingkat masa panen ikan nila, diantaranya sistem monosex, potong sirip dan lain-lain.

Sistem monosex merupakan upaya membuat ikan nila berkelamin jantan semua. Ikan Nila jantan memiliki kecenderungan lebih cepat pertumbuhannya, sehingga pemilihan bibit ikan nila jantan untuk dibudidayakan mampu mempersingkat masa panen. Tentunya selain dengan sistem monosex, pemilihan bibit yang akan dibuat monosex juga berkualitas unggul.
Untuk membuat ikan nila menjadi monosex dilakukan dengan memberikan hormon metiltestosteron pada benih nila. Namun harga dari hormon ini cukup mahal, karena harus dimmport dari luar negeri. Saat ini sudah ditemukan hormon metiltestosteron dari testis sapi, yang harganya lebih murah, sehingga proses produksi monosex ikan nila lebih murah.

Cara Membuat Monosex Pada Ikan Nila

Ada 2 (dua) cara/metoda sex reversal yang dapat dilakukan untuk membuat kelamin tunggal, yaitu :

1. System Oral (Pemberian pakan berhormon)

Pada cara ini menjadikan kelamin tunggal dilakukan dengan cara mencampur hormon 17  methyl Testoteron pada pakan yang akan diberikan pada larva. Caranya sebagai berikut :
a.Untuk satu(1)kg pellet (bentuk tepung) memerlukan campuran 60 mg 17  Methyl Testoteron
b.Hormon 17? Methyl Testoteron kemudian dicampur dengan 20 ml alkohol absolud 90% dan aduk sampai rata, kemudian tambahkan 100 – 150 ml alkohol 70% dan aduk hingga homogen
c. Setelah itu semprotkan/tuangkan larutan hormon kedalam pellet sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga rata. Kemudian angin anginkan campuran tersebut hingga kering, tetapi ingat jangan sekali kali mengeringkannya dengan cara menjemurnya langsung dibawah terik matahari, karena akan merusak khasiatnya.
d. Agar dapat bertahan lama masukkan masukkan pellet kedalam plastik dan simpan dalam refrigerator. Dengan demikian pellet dapat bertahan sampai 3 bulan.
e. Pemberian pakan berhormon dilakukan dilakukan selama 21 – 25 hari dimulai pada hari keenam (larva umur 6 hari) dengan dosis pemberian pakan 30% pada minggu I, 20% pada minggu ke II dan 15% pada minggu ke III dari berta total biomassa.

2. SISTEM DIPPING (Perendaman)

Pada cara ini upaya menjadikan kelamin tunggal/sejenis dilakukan dengan cara mencampur larutan hormon 17  Methyl testoreron pada air yang akan digunakan untuk merendam telur pada saat ukuran bintik mata, sedangkan caranya adalah sebagai berikut :
  • Timbang hormon 17  Methyl testoteron sebanyak 75 mg
  • Larutkan hormon dalam alkohol absolud 90% sebanyak 3-4 tetes dan aduk hingga merata
  • Tuangkan larutan hormon kedalam wadah (baskom, akuarium dll) yang berisi 15 liter air dan aduk hingga merata
  • Larutan dapat digunakan untuk 10.000 butir telur (Fase bintik mata), dengan cara merendam larva selama 6 jam kedalam larutan yang diberi aerasi.
  • Selanjutnya larva dipelihara kedalam kolam pemeliharaan yang telah dipersiapkan.
Mengingat begitu banyaknya konsumen penyuka ikan nila dan proses budidayanya yang mudah tentunya akan menumbuhkan minat pembudidaya ikan air tawar . Agar bernilai ekonomis tinggi maka mempersingkat masa panen ikan nila menjadi pilihan yang harus ditempuh. Salah satunya adalah dari aspek perbenihan dalam hal ini perbaikan mutu genetika dengan program monosex. (Galeriukm).
Sumber:
http://diskanlut-jateng.go.id/index.php/read/news/detail/26
Related posts:
  1. Teknik Memacu Pertumbuhan Ikan Nila
  2. Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila
  3. Menekan Biaya Produksi Budidaya Ikan Dengan Pelet Buatan Sendiri
  4. Mempercepat Pertumbuhan Ikan Budidaya Dengan Probiotik
  5. Tips Hemat Pakan Dalam Budidaya Ikan

read more

Peluang Usaha Budidaya Ikan Mas Koki Mutiara 0 komentar

Hobby memelihara Ikan hias adalah hobby segala umur, dengan memelihara ikan hias baik dalam kolam maupun aquarium bisa menjadi ajang bermain dan refreshing untuk menghilangkan kepenatan. Salah satu jenis ikan yang banyak digemari adalah Ikan Koki Mutiara. Dengan tingkat permintaan yang cukup tinggi dipasaran, bisa dijadikan peluang usaha, yaitu usaha budidaya ikan mas koki mutiara. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang di eksport dan harganyapun cukup tinggi.
Ikan Mas Koki Mutiara adalah jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar, serta warna tubuh yang cerah. Di Indonesia jenis ikan mas koki ini sudah lama dapat dibudidayakan. Untuk lebih detailnya berikut tahap-tahap budidaya ikan mas koki.
PEMIJAHAN
  1. Pemilihan induk , tahap ini dalam budidaya ikan mas koki mutiara cukup penting , karena akan menentukan kualitas bibit yang dihasilkan. Ciri-ciri induk yang baik :
· Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur + 8 bulan, dengan ukuran minimum sebesar telur itik.
· Pilih induk yang berkepala kecil dengan tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak.
· Untuk mendapatkan keturunan yang berwarna, maka calon induk yang akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih dan betina berwarna hitam atau hijau lumut atau sebaliknya.
  1. Perbedaan jantan dan betina
Ciri-ciri Induk Jantan :
· Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar.
· Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih.
Ciri-ciri Induk Betina :
· Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba, jika diurut keluar cairan kuning bening
· Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah-merahan.
  1. Cara pemijahan
· Bak/aquarium yang telah bersih diisi dengan air yang telah diendapkan + 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya.
· Pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan kedalam bak pada sore hari. Bila pemilihan induk dilakukan dengan cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok.
· Karena telur tidak perlu dierami,induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan berikutnya. Jika perawatannya baik, maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk sudah dapat dipijahkan kembali.

read more

Memilih Benih Ikan Bawal 0 komentar

Pemilihan benih dengan teliti adalah penting, karena hanya dengan benih ikan bawal yang baik maka ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik. Adapun ciri-ciri benih ikan bawal yang baik antara lain;
- Sehat
- Anggota tubuh lengkap dan tidak cacat
- Aktif bergerak
- Tidak membawa penyakit
- Ukuran seragam
- Jenis Unggul

Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan bawal tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Cara adaptasinya adalah; ikan bawal yang masih terbungkus dalam plastic yang masih tertutup rapat dimasukkan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastic mengembun. Ini tandanya airkolam dan air dalam plastic sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plasticnya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastic tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.
Baca juga informasi tentang harga benih ikan bawal
February 05 2009 04:48 pm | ikan bawal

29 Responses to “Memilih Benih Ikan Bawal”

  1. Wawan Setiawan Says:
    Salam, informasi mengenai pembesaran ikan bawal air tawar (BAT) tsb insya Allah memberikan bimbingan buat saya, kalau bisa saya minta informasi lebih detail mengenai kondisi kolam yang baik untuk pengembangan ikan BAT dan juga dimana dapat saya peroleh benih BAT di wilayah Jawa Barat khususnya di daerah Tasikmalaya.
  2. empangraddina Says:
    Salam Kenal Pak Wawan Setiawan, terimakasih atas respon yang Bapak berikan dan kami senang sekali jika media ini bisa bermanfaat, mengenai kolam yang baik untuk budidaya pembesaran ikan bawal menurut pengalaman kami alangkah baiknya jika dipelihara di kolam air deras karena akan lebih mempercepat pertumbuhan ikan bawal tersebut, dan untuk informasi sentra benih ikan bawal di tasikmalaya, sementara kami belum dapat sumbernya, jika kami mendapatkan informasinya akan segera kami informasikan ke Bapak
  3. andhiey Says:
    Saya mau tanya,kalau ikan bawal bisa dibudidayakan dikolam terpal tidak? kalau memang bisa apa saja persyaratannya?
    untuk pakan apa harus 100% menggunakan pelet?
    terima kasih atas jawabannya.
    Salam.
  4. empangraddina Says:
    Salam Kenal Pak Andhiey..
    terus terang untuk pembesaran ikan bawal,kami belum pernah mencoba di kolam terpal, namun kami akan coba cari tahu informasinya lebih jauh mengenai metode tersebut, mengenai pakan tidak harus 100% pelet, bisa menggunakan pakan alternatif seperti daun2an, seperti daun singkong dan caisim, yang penting minimal pemberian pakan 5% dari bobot biomasa ikan perhari, jadi bisa dikombinasi 2%pakan alternatif dan 3% pakan pelet, demikian semoga bisa membantu
  5. Miko Says:
    Salam kenal Pak Andhiey, saya banyak melihat website yang menawarkan bawal air tawar. Termasuk saya juga ingin menjual bawal. Kalau semua menjual lalu siapa yang membeli? Dan bagaimana cara menjual bawal baik dari kecil 3/4′ up dst? Apakah bapak selain menjual juga membeli bawal tersebut dari petani? Atau adakah alamat yang bisa saya hubungi jika saya ingin menjual bawal 3/4′ up dst? Terima kasih sebelumnya, wasalam…

read more

Mempercepat Pertumbuhan Ikan Budidaya Dengan Probiotik 0 komentar

Pertumbuhan Ikan Budidaya yang cepat tidak hanya membuat hati senang tetapi juga menekan pengeluaran untuk pakan,mempercepat masa panen dan ikan bisa dipanen dalam ukuran yang seimbang. Banyak pengalaman petani budi daya ikan harus melakukan panen secara bertahap karena ukuran ikan saat ditebar sama tetapi mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda. Karena itu beberapa rekayasa dan upaya dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ikan dan ukuran yang seragam dengan demikian efisiensi produksi budi daya ikan menjadi cukup baik. Beberapa petani ikan menempuh cara dengan memberikan makanan berprotein tinggi dan memberikan makanan alami seperti keong, bekicot dan lain-lain. Akan tetapi pemberian pakan alami terkendala karena tidak praktis. Pada beberapa budi daya ikan seperti budi daya ikan guramih, Ikan Lele, Ikan Nila, Ikan mas dan lain sebagainya, pemberian probiotik telah dirasakan manfatnya dalam mempercepat pertumbuhan dalam budidaya ikan.

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang sangat bermanfaat bagi makhluk hidup. Mikroorganisme yang terkandung pada Probiotik mampu membantu pencernakan makanan pada tuhuh hewan dan manusia sehingga makanan yang mengandung probiotik akan mampu dicerna dan diserap tubuh dengan baik. Selain itu probiotik mampu meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan penyakit.
Pada Budi Daya Ikan probiotik diberikan sebagai campuran makanan dan ada yang ditaburkan pada kolam pemeliharaan. Untuk Probiotik yang dicampur pakan, bisa dicampurkan dengan pakan buatan pabrik (pelet) maupun pakan alami seperti daun-daunan. Penebaran probiotik pada kolam akan membantu tumbuhnya plankton-plankton dan mikroorganisme lainnya dalam air kolam sebagai makanan alami ikan. Probiotik jenis ini akan menggemburkan dasar kolam sekaligus memelihara kualitas air seperti Nature atau Super Plankton. Probiotik ini cukup diguyurkan ke air kolam pada pagi hari setiap dua minggu sekali supaya air selalu sehat, tidak blooming dan penuh dengan plankton sebagai pakan alami.
Pengalaman dari Himawas Atasasih, pemilik HMPS di Jl Sutijap 23 Wates, Kulonprogo, Para petani Ikan Guramih Kulonprogo sudah terbiasa memakai probiotik dicampur pakan. Misalnya, probiotik RajaGrameh, RajaLele, MasterFish, SPF atau Nature yang mudah diperoleh di toko pakan ternak atau toko pertanian. Dengan campuran probiotik dan pelet membuat metabolisme dan pencernaan ikan sempurna. Sebagian besar, 90% pakan yang masuk ke tubuh akan menjadi daging ikan.
Pengalaman Pak Jumadi, petani gurami dari Desa Ceme, Srigading, Sanden, Bantul membenarkan pemberian probiotik sangat membantu pertumbuhan ikan. Saat melihat di kolamnya banyak gurami stres dan mengambang bahkan beberapa mati, dia secepatnya mengguyurkan sebotol probiotik Nature campur segenggam gula pasir ke kolam. Keesokan harinya air kembali hijau jernih dan semua guraminya sehat kembali.
Pengalaman para petani ikan Gurami di Desa Jambidan, Bantul Yogyakarta telah meninggalkan cara konvensional budi daya guramih dan beralih ke cara modern dengan memanfaatkan probiotik. Budi Daya ikan dengan cara konvensional 30 kg pelet hanya menjadi 22 kg daging ikan, dengan sistem Guba (Gugus Simba) bisa menjadi 28-30 kg atau konversinya 1:1. Artinya, ikan lebih berbobot karena penambahan probiotik akan menjadikan 90% pakan menjadi daging dan hanya 10% yang dibuang sebagai amoniak.
Menurut Wiwied Usman, Sekjen PerMina sekaligus pembudi daya Ikan Gurami, Kelebihan lain penerapan sistem Guba, pertumbuhan lebih cepat sehingga waktu pemeliharaan lebih pendek. Bila dengan sistem konvensional untuk mencapai berat 1 kg butuh waktu dua tahun, dengan sistem Guba hanya butuh waktu satu tahun. Pengalaman mereka untuk mencapai 8-9 ons dari ukuran silet cukup dalam waktu 9 bulan dengan kombinasi pakan daun sekali sehari. Cara konvensional tanpa penambahan probiotik pada pakan, setahun baru mencapai berat 6-7 ons.
Pakar gurami dari Jurusan Perikanan UGM Ir Gandung Hardaningsih menguraikan, dari berbagai riset, probiotik memang terbukti bagus untuk pemeliharaan air kolam dan pemacu pertumbuhan ikan. Karena ada introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan ikan juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit. Yang pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena probiotik juga merangsang nafsu makan.
“Saya kira probiotik akan menjadi andalan para petani ikan di masa depan karena manfaatnya sangat besar pada pertumbuhan ikan sehingga cukup berarti dengan keuntungan yang didapat,’’ tandasnya. Probiotik ibarat benteng pertahanan diri, sebaiknya diberikan sejak dini. Begitu bibit mau masuk kolam, tiga hari sebelumnya air kolam harus diguyur probiotik Nature atau SPF lebih dahulu agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton. Selanjutnya, pemberian probiotik untuk pemeliharaan air cukup dua minggu sekali atau ketika kondisi air menurun kualitasnya.

Perbandingan Hasil Budi Daya Ikan Gurami dengan Cara Konvensional dan Penambahan Probiotik

Biaya  1.000 ekor bibit gurami ukuran silet/korek dengan harga Rp 1.000,-/ekor , membutuhkan pakan 30 sak (harga Rp 210.000).
Total modal sekitar Rp 7,5 juta.  Cara konvensional akan menghasilkan ikan sekitar 7 kuintal. Dengan harga panen Rp 20.000 /kg pendapatan petani sekitar Rp 14 juta.
Keuntungan  sekitar Rp 6 jutaan.
Sistem Guba memberikan terobosan pada berat ikan. Dengan penambahan probiotik seperti RajaGrameh, RajaLele, Nutrisi Simba, ditambah SPF yang dicampurkan pada pakan maka hasil panen bisa mencapai 9 kuintal. Berarti pendapatan petani mencapai Rp 18 juta. Jadi, ada selisih 2 kuintal, senilai Rp 4 juta, jauh lebih untung dibanding cara biasa.
Biaya tambahan untuk membeli probiotikpun tidaklah mahal, dua tutup RajaGrameh ditambah 1 tutup SPF untuk mencampur 5 kg pakan pelet, terbukti hasilnya luar biasa. Padahal untuk 30 sak pakan hanya dibutuhkan biaya tambahan untuk pembelian probiotik Rp 400 ribu saja. Yakni, untuk pemacu tumbuh Rp 200 ribu, untuk penambah bobot Rp 100 ribu, dan untuk pengobatan Rp 100 ribu. Jadi, penambahan biaya Rp 400 ribu, tambahan keuntungannya Rp 4 juta.

read more
 
Copyright © pakan ikan | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog